Kamis, 27 Agustus 2015

Melakukan Penyuluhan Sosial yang Efektif dan Efesien

Pengertian Penyuluhan Sosial
            Menurut Kepmensos, Pusat Penyuluhan Sosial menyatakan bahwa penyuluhan sosial adalah sebuah proses pengubahan perilaku yang dilakukan melalui penyebarluasan informasi, komunikasi, motivasi dan edukasi oleh penyuluh sosial, baik secara lisan, tulisan maupun peragaan kepada kelompok sasaran, sehingga muncul pemahaman yang sama, pengetahuan dan kemauan guna partisipasi secara aktif dalam pembangunan      kesejahteraan sosial.

Hal yang mempengaruhi penyuluhan yang efektif dan efisien
       Penyuluhan dikatakan efektif dan efisien jika tercapainya tujuan yang diinginkan dalam waktu yang singkat dan tepat sasaran. 
1.    Prinsip-prinsip Penyuluhan
            Untuk melakukan penyuluhan yang efektif dan efisien, seorang penyuluh harus
       memperhatikan prinsip penyuluhan. Artinya seorang penyuluh harus melakukan
       penyuluhan sesuai dengan prinsip penyuluhan. Adapun prinsip-prinsip dari penyuluhan
       adalah sebagai berikut :
·      Minat dan kebutuhan
            Dalam melakukan penyuluhan berdasarkan minat dan kebutuhan warga sasaran.
·      Organisasi Masyarakat bawah
     Target penyuluhan harus sampai pada organisasi masyarakat bawah.
·      Keragaman Budaya
     Melakukan penyuluhan harus menyesuaikan atau mengetahui budaya warga sasaran.
·      Perubahan Budaya
            Penyuluhan sosial harus memberikan perubahan budaya. Misalnya, budaya mencangkul menjadi menggunakan traktor.
·      Kerjasama dan partisipasi
            Dalam melakukan penyuluhan seorang penyuluh harus bisa bekerjasama dengan warga sasaran dan menjadikan atau mengkondisikan agar warga sasaran dapat ikut andil atau berpartisipasi dalam penyuluhan.
·      Demokrasi dalam penerapan ilmu
            Dalam menerapkan ilmu atau penyuluhan, penyuluh harus menggunakan beberapa metode atau menggunakan prinsip demokrasi dengan mendengarkan aspirasi atau pendapat masyarakat sasaran.
·      Belajar sambil bekerja
o    Penyuluh sambil belajar dengan menerangkan.
o    Bekerja, maksudnya penyuluh dalam melakukan penyuluhan sambil mempraktekkan dan memperagakan.
·      Menggunakan metode yang sesuai
     Metode menyesuaikan dengan kondisi atau karakteristik warga sasaran.
·      Kepemimpinan
            Seorang penyuluh harus bisa menciptakan pemimpin-pemimpin bagi diri sendiri untuk bisa menjaga dirinya sendiri.
·      Spesialis yang terlatih
            Seorang penyuluh harus mempunyai suatu kemampuan, ilmu atau menguasai materi yang akan di suluhkan.
·      Segenap Keluarga
     Penyuluhan harus bisa sampai ke segenap keluarga.
·      Kepuasan
            Masyarakat harus merasa puas dengan adanya penyuluhan, karena penyuluhan yang disampaikan di rasa bermanfaat bagi mereka.

2.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyuluhan Sosial
                 Hal lain yang mempengaruhi penyuluhan sosial yang efektif dan efisien adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penyuluhan sosial. Adapun faktor-faktor penyuluhan sosial tersebut adalah :
·          Faktor yang mempengaruhi perubahan
1.  Keadaan pribadi sasaran :
          a)  Sasaran penyuluhan adalah manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
b) Perlu diamati pada diri sasaran ada tidaknya motivasi pribadi untuk melakukan perubahan.
c)  Apakah ada kekuatan yang menghambat:
          1)            Adanya kegagalan pada masa lalu, karena kegagalan,
          2)            Kekurangsiapan melakukan perubahan,
          3)            Tidak mau menanggung resiko.
2.  Kondisi Lingkungan Fisik :
a)  Kondisi geografis
b)  Sarana dan prasarana
c)  Aksesibilitas
       3.  Lingkungan Sosial Budaya:
a)  Kebudayaan
b)  Opini publik
c)  Kekuatan lembaga sosial
d)  Kekuatan-kekuatan ekonomi
·          Faktor Pendukung Efektifitas Penyuluhan Sosial
       1.  Metode Penyuluhan
            a)  Metode partisipatif artinya bahwa seorang penyuluh sosial tidak menggurui, mengindoktrinasi tetapi memfasilitasi masyarakat sehingga masyarakat dapat berperan secara aktif, berada ditengah-tengah masyarakat untuk mengkaji dan menyuluh dengan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA).
            b)  Metode dialog interaktif artinya bahwa seorang tenaga penyuluh sosial tidak hanya menyuluh/menerangkan saja tetapi kepada audience diberikan kesempatan untuk bertanya dan menanggapi dengan teknik Focus Group Discussion (FGD).
            c)  Metode Pemberdayaan artinya bahwa seorang tenaga penyuluh sosial harus bisa melihat, mengamati potensi, sumber dan daya yang dimiliki masyarakat sehingga penyuluh sosial dapat menjadi fasilitator untuk bersama-sama masyarakat dapat mendayagunakan potensi dan sumber yang dimiliki untuk penanggulangan masalah bersama yang dihadapi guna terwujudnya kesejahteraan bersama. 
            Metode lainnya :
            a)  Berdasarkan pendekatan sasaran :
                 1)  Metode perseorangan
                 2)  Metode kelompok
                 3)  Metode massal
            b)  Berdasarkan teknik komunikasi :
                 1)  Langsung artinya penyuluhan sosial yang dilaksanakan oleh penyuluh sosial yang bertatap muka dengan khalayak sasaran.
                 2)  Tidak langsung artinya penyuluhan sosial yang dilaksanakan oleh penyuluh sosial yang tidak bertatap muka dengan khalayak sasaran melalui berbagai media penyuluhan sosial.
            c)  Berdasarkan indera penerima :
                 1)  Indra penglihatan
                 2)  Indra pendengaran
                 3)  Indra campuran
       2.  Media Penyuluhan
            a)  Alat bantu yang berfungsi sebagai perantara yang dapat dipercaya antara penyuluh dengan sasaran sehingga pesan dan info yang disampaikan lebih jelas dan nyata. Alat tersebut bisa diamati, didengar, diraba, dan dirasa. Contoh :
                 1)  Media Elektronika
                        Radio dan televisi meliputi :
                        Dialog interaktif; sosialisasi, seminar,
                        Diskusi aktual; public service announcement (PSA) atau
                        Iklan layanan masyarakat; short message service (SMS).
                 2)  Media Cetak meliputi :
                        Majalah, Koran, leaflet, booklet, banner, baliho, billboard, spanduk.
                 3)  Media Tradisional meliputi :
                        Ketoprak, wayang, ludruk, lenong, kesenian daerah lainnya.
            b)  Selain memperjelas alat bantu dapat menarik perhatian, menimbulkan kesan mendalam dan menghemat waktu.
            c)  Alat bantu yang baik, bila sesuai dengan pesan/info yang disampaikan dan dapat memperjelas informasi.
            d)  Perhatikan : tidak semua alat bantu mudah dibawa tersedia dimana-mana
            e)  Alat bantu/peraga penyuluhan
                 1)  Benda : sampel, model, specimen
                 2)  Barang cetakan : Pamflet, leaflet, brosur, poster, foto
                 3)  Gambar diproyeksikan : slide, movie, film
                 4)  Lambang grafika : peta, diagram, grafik, skema

       3.  Materi Penyuluhan
                      Adalah bahan yang disiapkan oleh penyuluh social dalam rangka pelaksanaan penyuluhan :
            a)  Sesuai tingkat kemampuan sasaran/masyarakat
            b)  Tidak bertentangan dengan adat istiadat dan kepercayaan
            c) Mampu mendatangkan keuntungan
            d)  Bersifat praktis, mudah dipahami dan diaplikasikan
            e)  Mengesankan dan dapat dimanfaatkan dengan hasil nyata dan segera dinikmati.
       4.  Waktu dan Tempat
            a)  Waktu, sesuaikan dengan kebiasaan masyarakat
            b)  Tempat representative, mudah dijangkau.

3.    Komunikasi, Inovasi, Adopsi inovasi dan Difusi inovasi
            Hal yang terakhir yang perlu diperhatikan dalam melakukan penyuluhan sosial yang        efektif dan efisien adalah :
·      Komunikasi
     Acuan mengefektifkan komunikasi dalam penyuluhan adalah :
     1.  Harus diupayakan adanya kepentingan yang sama antara kebutuhan yang dirasakan penyuluh dan masyarakat sasarannya
     2.  Pesan yang disampaikan harus merupakan (salah satu) pemecahan masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat sasarannya
     3.  Komunikator meyakini keunggulan pesan yang disampaikan, dan memiliki keyakinan bahwa masyarakat sangat mengharapkan bantuannya
     4.  Pesan yang disampaikan harus mengacu pada kepuasan dan perbaikan mutu hidup kedua belah belah pihak (terutama bagi sasarannya).
·      Inovasi
     Inovasi tidak sekedar sebagai sesuatu yang baru, tetapi lebih luas dari itu, yakni sesuatu yang dinilai baru atau dapat mendorong terjadinya pembaharuan dalam masyarakat atau pada lokalitas tertentu. Artinya, agar penyuluhan dapat efektif dan efisien maka penyuluh harus memberikan inovasi yang sesuai dan benar-benar dibutuhkan oleh sasaran penyuluhan.


·      Adopsi inovasi
     Adopsi adalah sebagai proses perubahan perilaku baik yang berupa : pengetahuan (cognitive), sikap (affective), maupun keterampilan (psycomotoric) pada diri seseorang setelah menerima inovasi yang disampaikan penyuluh kepada masyarakat sasarannya. Disini penyuluh harus memastikan sasaran penyuluhan telah mengadopsi inovasi yang telah disampaikan oleh penyuluh dan mengaplikasikannya dalam kehidupannya.
·      Difusi inovasi
     Difusi merupakan suatu proses dimana suatu ide-ide baru (yg biasanya disebut inovasi) disebarkan pada individu atau kelompok dalam suatu sistem sosial tertentu. Sehingga seorang penyuluh berusaha agar penyuluhan yang telah dilakukan dapat disebarkan ke orang lain seperti anggota keluarga, kerabat, dan lain-lain.

KESIMPULAN
       Penyuluhan dikatakan efektif dan efisien jika tercapainya tujuan yang diinginkan dan terjadinya perubahan dalam  waktu yang tidak lama dan tepat sasaran. Untuk melakukan penyuluhan yang efektif dan efisien, maka seorang penyuluh harus mempersiapkan, memperhatikan dan melakukan hal-hal berikut :
1.    Melakukan penyuluhan sesuai dengan prinsip-prinsip penyuluhan
2.    Memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan, yang terdiri dari :
       keadaan pribadi sasaran, kondisi lingkungan fisik dan kondisi lingkungan sosial budaya.
3.    Menggunakan metode dan teknik penyuluhan yang tepat serta menggunakan media yang dibutuhkan yang dapat menunjang keefektifan dan keefisienan penyuluhan.
4.    Menyiapkan materi penyuluhan sebaik dan selengkap mungkin dan mudah dimengerti oleh sasaran penyuluhan
5.    Menyesuaikan waktu sesuai dengan kebiasaan masyarakat serta tempat penyuluhan mudah dijangkau oleh sasaran penyuluhan.
6.    Menggunakan komunikasi yang baik dalam proses penyuluhan dan mudah dimengerti
7.    Inovasi yang digunakan oleh penyuluh harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat
8.    Penyuluh memastikan bahwa sasaran penyuluhan mengadopsi inovasi yang disampaikan oleh penyuluh dan mengaplikasikannya dalam kehidupannya.
9.    Penyuluh berusaha agar inovasi yang telah diadopsi dapat disebarluaskan kepada orang lain.
DAFTAR PUSTAKA



jurnal.ugm.ac.id/wisdom/article/view/3103

Pusat Penyuluhan Sosial.2001. Standard Umum Penyuluhan Sosial. Jakarta: Departemen
Sosial RI.


Pusat Penyuluhan Sosial.2008. Materi Penyuluhan Sosial Bidang Kesejahteraan Sosial.  Jakarta: Departemen Sosial RI.

Sri Ismudiyati,Yuti. 2015. “Penyuluhan Sosial”, Handout Mata Kuliah Penyuluhan Sosial Dalam Pekerjaan Sosial. STKS BANDUNG, 27 Januari 2015.


Sri Ismudiyati,Yuti. 2015. “Komunikasi, Inovasi, Adopsi inovasi, dan Difusi inovasi” Handout Mata Kuliah Penyuluhan Sosial Dalam Pekerjaan Sosial. STKS BANDUNG, 10 Maret 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar